Seringkali, masalah tidur hanya dianggap sebagai isu yang dialami oleh orang dewasa. Padahal, anak-anak juga bisa mengalami kesulitan tidur, yang dikenal sebagai gangguan tidur. Penting bagi orang tua untuk mengenal gangguan tidur pada anak karena kondisi ini dapat berdampak signifikan pada perkembangan fisik, kognitif, dan emosional mereka. Memahami jenis-jenis gangguan tidur dan cara penanganannya adalah langkah krusial untuk memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup dan berkualitas.
Salah satu jenis gangguan tidur yang paling umum pada anak adalah insomnia, yaitu kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Gejalanya bisa berupa anak sering terbangun di malam hari, sulit tidur, atau menolak tidur. Menurut Dr. Titi Handayani, seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit Anak Bunda, insomnia pada anak seringkali dipicu oleh kecemasan atau kebiasaan tidur yang tidak teratur. “Orang tua perlu menciptakan rutinitas tidur yang konsisten, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan, untuk membantu anak rileks,” ujar Dr. Titi dalam sebuah seminar pada 15 Oktober 2025. Rutinitas ini adalah kunci untuk mengenal gangguan tidur pada anak dan mengatasinya secara bertahap.
Selain insomnia, anak-anak juga dapat mengalami sleep apnea obstruktif, di mana pernapasan mereka terhenti sejenak saat tidur. Gejala yang paling terlihat adalah dengkuran keras, pernapasan yang terengah-engah, dan keringat berlebihan di malam hari. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh pembesaran amandel atau adenoid. Pihak kepolisian, melalui Kompol Budi Susilo, dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek setempat, juga turut mengimbau orang tua untuk lebih peka terhadap kesehatan anaknya. “Jika orang tua mengenal gangguan tidur pada anaknya, seperti dengkuran yang tidak normal, segera bawa ke dokter. Jangan tunda-tunda, karena ini bisa mengganggu perkembangan otak anak,” kata Kompol Budi dalam acara sosialisasi pada 18 Oktober 2025.
Mengenal gangguan tidur pada anak juga berarti memahami bahwa mimpi buruk dan night terror adalah dua hal yang berbeda. Mimpi buruk adalah mimpi menakutkan yang bisa diingat anak, sementara night terror adalah episode ketakutan intens saat tidur yang seringkali tidak diingat anak di pagi hari. Dalam kasus night terror, yang terpenting adalah menenangkan anak tanpa membangunkan mereka sepenuhnya. Jika Anda mengenal gangguan tidur ini, jangan panik. Tenangkan anak, pastikan mereka aman, dan mereka akan kembali tidur.
Dengan informasi yang tepat dan kesadaran dari orang tua, gangguan tidur pada anak bisa diatasi. Tidur yang cukup dan berkualitas adalah hak setiap anak, dan menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan hak tersebut terpenuhi, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.
