Penyebaran berbagai penyakit Endemik di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Banggai, terus menjadi perhatian serius bagi para akademisi dan praktisi kesehatan di tahun 2026 ini. Sebagai institusi pendidikan kesehatan yang berakar kuat di daerah tersebut, STIKES Banggai mengambil langkah proaktif melalui strategi edukasi terpadu guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat nelayan dan warga pesisir. Penyakit seperti malaria dan beberapa infeksi tropis lainnya sering kali menjadi tantangan besar di wilayah tropis yang memiliki kelembapan tinggi, sehingga diperlukan pemahaman mendalam dari masyarakat mengenai cara pencegahan yang efektif agar angka kejadian kasus dapat ditekan secara signifikan melalui pola hidup bersih dan sehat.
Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Februari 2026, tim dari STIKES Banggai melakukan kunjungan lapangan ke desa-desa di pesisir Luwuk. Dalam kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai manajemen lingkungan untuk memutus mata rantai penularan penyakit Endemik yang sering mengintai saat pergantian musim. Strategi edukasi yang diterapkan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis dengan mendemonstrasikan cara pengelolaan sanitasi air bersih dan pembuangan limbah rumah tangga yang tidak mencemari laut. Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap gejala dini penyakit agar penanganan medis dapat dilakukan sesegera mungkin di fasilitas kesehatan terdekat sebelum kondisi memburuk.
Aksi nyata ini juga mendapat dukungan penuh dari aparat kepolisian setempat, di mana jajaran Bhabinkamtibmas dari Polres Banggai turut mendampingi jalannya sosialisasi untuk memastikan ketertiban dan keamanan warga selama kegiatan berlangsung. Kehadiran petugas kepolisian membantu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat pesan bahwa kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif demi keamanan wilayah. Selain itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai mencatat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan seperti STIKES dengan aparat keamanan terbukti efektif dalam menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses informasi kesehatan. Upaya mitigasi penyakit Endemik ini menjadi sangat krusial mengingat potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan jika produktivitas masyarakat nelayan terganggu oleh masalah kesehatan.
